Thursday, 28 April 2016

15 Tahun Sembunyikan Pernikahan dari Orang Tua



BEDA keyakinan dan status sosial akhirnya memaksa Donwori, 37 dan Karin, 35 menyembunyikan pernikahanya dari orang tuanya hamper 15 tahun lamanya. Keduanya merasa bahagia dan berjanji tak akan memberitahukannya meski kini kedua orang tua Karin sakit – sakitan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Donwori menyadari tak mudah bagi keluarga besar Karin menerimanya. Bahkan, secara terang – terangan kedua orang tua Karin pernah mengusirnya ketika Donwori main ke rumahnya di Tana Toraja. “Waktu itu saya dan Karin masih kuliah. Alasan ke Toraja main, eh tapi saya diusir dan disuruh pulang,” jelas Donwori di sela – sela mengisbatkan proses pernikahannya di Pengadilan Agama, Klas 1A Surabaya, Rabu (20/3).

Memang sejak awal, keluarga Karin sudah wanti – wanti untuk tidak menikah dengan Donwori. Sebab, keluarga Karin sudah ingin menjodohkannya dengan sesame kaum bangsawan yang masih sanak saudara. Proses pertunangan pun sudah digelar. Untuk merekatkan hubungan dengan tunangannya sebut Donjuan, akhirnya Karin dikirim kuliah di Surabaya. Begitu pula Donjuan yang sudah lebih dulu kuliah dan bekerja di Surabaya.

Sayangnya, pertemuan Karin dengan Donjuan waktu itu tak berjalan mulus. Beberapa kali bertemu tak membuat keduanya jatuh cinta. Sebab, Donjuan memiliki banyak pacar, suka dugem dan minum – minuman keras. Dari situlah, Karin mulai menyendiri hingga akhirnya bertemu dengan Donwori yang berasal dari keluarga sederhana namun bersahaja. “Karin sudah bilang ke ibu dan ayahnya soal sikap Donjuan, tapi mereka tidak percaya. Dan saya yang tidak ikut apa – apa seringkali dimarahin kedua orang tua Karin,” jelas pria yang bekerja di salah satu BUMN tersebut.
Bahkan, kedua orang tua Karin pernah datang ke rumahnya di kawasaan Undaan dan melabrak seluruh keluarganya. Kedua orang tua Donwori sempat shock. Apalagi, kedua orang tua Karin yang merupakan pejabat di kementerian mengancam untuk melaporkan keluarganya dengan dalih penculikan. Sayangnya, laporan itu tak berdasar hukum karena Karin sendiri waktu itu sudah berusia 19 tahun. Karin juga keukeh mengaku mencintai Donwori yang merupakan kakak kelasnya di kampus. Singkat ceritanya, Karin tak mau kembali ke Tana Toraja. Ketika semester enam, Karin meminta Donwori untuk menikahinya. “Saya dan keluarga sebenarnya tidak mau. Dia maksa terus. Akhirnya saya nikah siri dengan saksi keluarga saya,” jelas dia.

Setiap Natal tiba atau kedua orang tuanya telepon, Karin tetap pulang ke Tana Toraja. Karena memang dari tahun ke tahun, kondisi fisik orang tuanya menurun. Ayahnya bahkan terkena stroke. “Ketika hamil ya ndak pulang. Karin kan alasan di Surabaya kerja,” jelas bapak tiga anak itu.
Sampai saat ini, baik Donwori dan Karin tak pernah mengungkapkan pernikahannya kepada kedua orang tuanya di Sulawesi. “Sudah saatnya pernikahan ini saya sahkan. Saya sangat mencintai istri saya, dia baik dan begitu baik,” pungkas Donwori dengan mata berkaca – kaca.(*)

Monday, 18 April 2016

Istri Minta Rujuk karena Suami Punya Motor Matic


TAK ada sepeda abang dibuang, 


eh ada sepeda abang disayang. Pepatah ini pas terkait penundaaan gugatan cerai yang diajukan Sephia,39, (samaran) kepada suaminya Donwori,40. Wanita asal Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo ini berseteru hingga mengajukan gugatan cerai karena sang suami tak membeli motor matic yang diimpikan sejak lama. “Aku iki asline mangkel (itu aslinya marah, Red) sama Mas Donwori karena aku ingin motor matic itu dari sebelum lebaran, tapi kok baru dibelikan sekarang,” kata Sephia.

Karena itu, begitu Donwori naik motor matic ketika akan melangsungkan sidang cerai yang kedua, dua hari sebelumnya, Sephia langsung berangkat ke Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Senin (11/4) pagi untuk membatalkan gugatan cerainya.
Dengan semangat 45, Sephia yang diantar adiknya langsung turun di depan parkir PA, lalu menuju ke ruang penarikan berkas gugatan PA. Dia begitu ingin cepat menarik gugatan cerai dan kembali ke pelukan suami yang sudah dinikahi dua puluh tahun lalu itu.

Sephia mengungkapkan, sangat ingin kembali dengan suaminya karena ingin naik motor matic yang baru dibeli Donwori. Sephia mengaku ingin memiliki motor matic sebelum lebaran. Hal ini dikarenakan Sephia ingin pamer motor matic ketika bersilaturahmi kepada saudara – saudaranya. Maklum, penghasilan Donwori yang bekerja sebagai tukang sapu tidak cukup untuk membeli motor matic. Donwori pun masih mempertahankan sepeda jadulnya karena memiliki riwayat hidup. Motor itu merupakan modal utama Donwori pergi ke sana ke mari untuk menyapu jalan. “Jare bojoku sepeda iku (kata suamiku sepeda itu, Red) aman. Tidak ada yang nyuri walau di – gledak – kan di tengah jalan,” kata ibu tiga anak ini.




gengsi Jadul, Maunya Yang Baru

Tapi, Sephia mengaku gengsi memakai motor jadul itu.Apalagi, ketika mengantar anaknya ke sekolah. Karena itu, sejak lima tahun terakhir ini Karin begitu memaksakan kehendak supaya Donwori bisa membelikan motor matic. Tapi, Donwori mengaku masih tidak memiliki uang untuk membelinya. Padahal, Sephia mengaku bahwa tabungan Donwori serta bisnis menjual pulsa lumayan banyak. Jika ditotal, hasilnya cukup untuk membelikan motor matic. Puncak kemarahan Sephia yakni terjadi dua minggu sebelum lebaran tiba, tepatnya ketika Donwori terang – terangan menolak permintaannya untuk membeli motor matic. Sebenarnya, Donwori ingin membeli motor matic pascalebaran. Hal ini dikarenakan Donwori tak ingin lebaran tiba – tiba kekurangan uang. Kebutuhan lebaran seperti membeli baju, memberi uang ke sanak saudara membuat Donwori sedikit perhitungan mengeluarkan uangnya. “Aku emosi pol waktu itu. Akhirnya, sebelum lebaran aku daftarkan gugatan cerainya. Tapi dua minggu pasca lebaran Mas tiba – tiba beli motor matic. Aduh ngiler aku,” kata Sephia yang mengaku masih tinggal serumah meskipun sudah melayangkan gugatan cerai waktu itu.

Melihat motornya bertengger di rumahnya, Sephia berniat mengurungkan niatannya untuk menceraikan Donwori. Namun, tak lama kemudian, Donwori nyamperin Sephia dan berucap. “Wis kadung. Pancen kowe matre (sudah telanjur. Kamu memang matre, Red). Aku emoh balik karo koen (Aku tidak mau rujuk dengan kamu, Red). Mendengar ungkapan itu, Sephia hanya mlongo. Sephia lirih berkata “Itu hanya emosi sesaat Mas. Ojok (jangan, Red) Mas, sa’aken (kasihan, Red) anak – anak,” kata Sephia yang tak menyadari bahwa dia juga tidak kasihan anak – anaknya. (sumber/JPNN)

Thursday, 3 March 2016

Sering Ditipu Saudara, Hidup Pasangan Idiot Tetap Bahagia


KEBAHAGIAN itu tidak dinilai dari harta, namun ada dalam hati. Pasangan suami istri berkebutuhan khusus sebut namanya, Donwori, 35 dan Karin, 30 ini tampak begitu bahagia. Meski sering dihina dan dibohongi tetangga dan saudaranya. Tetapi, bagi keduanya hidup di dunia ini begitu indah seperti di surga. Memiliki IQ rendah di bawah rata – rata tak membuat kedua pasutri ini mengeluh. Padahal, di setiap waktu, warga Pandegiling ini seringkali jadi olok – olokan anak – anak dan warga sekampung.
Sungguh luar biasa, yang terlihat dari mereka hanya aura kebahagian. Hidup tanpa beban dan bersikap ikhlas pun terlihat kala keduanya mengikuti pembagian harta waris di ruang mediasi Pengadilan Agama Klas 1 A, Senin (29/2). Dengan wajah lugu dan tertawa lepas bercerita, Donwori dan Karin duduk manis di depan PA. “Karin nanti kalau ditanya ini itu, bilang saja terserah mbak,” kata kakak Karin sebut, Sephia di PA, kemarin.
Menjadi anak bungsu dari lima bersaudara menuntut Karin nurut semua yang diperintahkan kakaknya. Dia tak pernah menolak sekalipun permintaan kakak – kakaknya. Padahal, dalam surat warisan yang ditulis ayahnya, Karin sudah mewasiatkan untuk memberikan setengah warisan untuknya. Pengacara keluarga, Hendro Kusumo menjelaskan dalam proses pembagian harta warisan sebenarnya empat kakaknya ingin mengambil semua harta warisannya. Harta warisan berupa lima rumah dan tiga tambak itu rencananya akan dibagi empat orang. “Alasannya Karin itu gitu (idiot, Red) jadi tidak dikasih,” jelasnya.
Tentulah tidak mudah bagi kelima saudaranya untuk membagi harta warisan tersebut. Ada surat wasiat yang membuat keempat saudaranya sulit mendapatkan warisan. Selain itu, sang ibu juga masih hidup. Sang ibu sebut namanya Mira, 64 bersikukuh menolak pembagian warisan tanpa mengikutkan nama Karin. “Empat anak saya itu ndak berbakti sekali. Sekarang saya masih hidup saja tidak pernah disambangi. Yang merawat saya di rumah cuma Karin dan Donwori,” jelasnya.
Dalam proses pembagian waris itu, baik pihak kakak dan ibunya sama – sama membawa pengacara. “Ndak apa – apa ya nduk?,” tanya Mira kepada Karin.
“Ndak apa – apa mama,” jawab Karin tertawa dan kemudian senyam senyum melihat Donwori.
Mira menjelaskan, kalimat itu bermaksud untuk menanyakan kesediaan Karin untuk memberikan harta warisan kepada empat kakaknya. “Rumah yang saya tempati sekarang itu tidak masuk dalam gugatan waris. Setelah urusan ini selesai, rumah itu langsung saya hibahkan ke Karin. Kasihan dia,” kata Mira yang menjelaskan kalau Donwori dan Karin sengaja dijodohkan.
Mira menjodohkan dengan Donwori yang merupakan anak temannya yang sama – sama memiliki IQ terbelakang. Usai itu, Mira menyuruh Karin dan Donwori membelikannya air minum di kantin belakang PA. “Iya mama,” kata Donwori.
Seperti dunia milik berdua, Donwori dan Karin berjalan sembari bergandeng tangan. Para pengunjung melihat aksi keduanya terpukau. Sebab, Donwori dan Karin menyanyi lagu “sayonara” sembari bertepuk tangan. “Seringlah mereka disebut gila, tapi hati mereka baik banget. Karin dan Donwori merawat saya dengan baik, mereka nurut perkataan saya. Semoga mereka segera punya anak,” kata Mira dengan mata berkaca – kaca. (no/JPNN)

Wednesday, 2 March 2016

Kalau Marah, Istri Seret Suami Keliling Kampung


PUNYA istri pekerja keras memang membanggakan. Demikian yang dira sa kan Donwori, 45. Sayang nya, si istri sebut Sephia, 48 pu n ya sifat buruk yang menyakit kan. Apabila, kelelahan, Sephia menyeret Donwori keliling kampung.
Kebiasaan Sephia menyeret suaminya keliling kampung sudah tak asing lagi. Kebiasaan itu bahkan sudah terkenal seantero Menganti. “Istri saya itu memang gak bisa digarai. Itu sudah dari awal-awal kami menikah dulu,” kata Donwori di sela sela gugatan cerainya di Pengadilan Agama, Klas 1A Surabaya, Kamis (27/2).
Dengan wajah lugu dan sabarnya itu, Donwori tampak menguatkan hatinya. Karena memang, pertengkaran terakhir yang membuatnya dirawat di rumah sakit berakhir dengan gugatan cerai dari Sephia. Menurut Donwori, is trinya memang pencemburu dan memiliki temperamen yang cukup tinggi. Sudah tidak bisa dihitung berapa tetangga yang jadi santapan kemarahannya. Tidak terhitung pula dia jadi korban kemarahnya ketika dia kelelahan dalam bekerja.
Sephia bekerja di pabrik makanan ayam di daerah Mojosari. Berangkat jam 05.00 dan pulang pukul 20.00. Sementara Donwori bekerja pula di pabrik kawasan Perak Surabaya. Jarak tempuh kerja yang begitu jauh itulah yang membuat keduanya sama-sama capek dan kemudian tidur. “Kalau capek dia minta pijet, ya kadang saya pijetin. Tapi kalau saya yang minta pijet, aduh dia marahmarah. Akhirnya bertengkar,” jelasnya.
Ironisnya, Donwori selalu kalah dalam hal pertengkaran. Tenaga Sephia tampaknya lebih kuat dari Ade Rai. Buktinya, setiap kali bertengkar hingga terjadi tragedi perkelahian antara mereka, Donwori lah yang mengalah. “Istri saya tipenya kalau dilawan, dia nantang bunuh diri, kadang dia ngambil pisau. Daripada nanti dia mati, saya yang disalahkan. Ya mending saya yang dipukuli dan diseret keliling kampung,” jelasnya. Namun, bukan berarti Donwori tak melawan.
Menurut Donwori, dia sudah seringkali melakukan perlawanan namun karena ancaman itu, maka dia pun tak bisa membalas ketika istrinya melakukan kekerasan dalam rumah tangga. “Pasrah aja. Karena sering bertengkar, saya minta dia menggugat saya, alhamdulillah ia turuti,” tandasnya. (sumber:jpnn)

Monday, 22 February 2016

Ngaku Tugas Luar Kota, Ternyata Ketemu Selingkuhan

SEBELUMNYA, Donjuan (29), tak pernah curiga ketika setiap sebulan sekali, istrinya, Karin (28), minta ijin untuk keluar kota. Bisa ke Jakarta, bahkan Kalimantan. Alasannya pasti untuk urusan dinas. Ternyata semua itu hanya akan – akalan Karin. Dua tahun “dinas” keluar kota itu, digunakan Karin untuk menemui selingkuhannya.

HAL itu baru diketahui Donjuan setahun belakangan. Itu pun tidak sengaja. Ia tahu dari tablet milik istrinya. Sebelumnya, keluarga muda yang belum dikaruniai anak ini memang sangat menjaga rivasi masing – masing. “Niatnya agar mengutamakan saling percaya, hp, tablet, dan laptop adalah hal yang paling privasi. Aku juga nggak biasa cek hp dan tabletnya. Karena itu kan juga ia pake kerja,” kata pria yang punya usaha barber shop di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, ditemui saat menunggu sidang cerai di Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya, pekan lalu.
Sejak menikah pun, Donjuan tidak memberikan batasan pada istrinya. Ia mempersilahkan Karin untuk tetap bekerja di salah satu perusahan di Ngagel. Namun, ternyata kebebasan yang diberikan justru disalahgunakan oleh Karin. Sebab, diam – diam istri yang sebelumnya dinikahi Donjuan dengan hasil perjodohan orang tua itu, punya pria idaman lain (PIL) yang rutin ia temui. “Nggak pernah curiga, karena dia memang pendiam, nggak banyak omong, tapi hubungan kami juga masih fine fine saja. Karena di kantor dia sudah jadi asisten manager, jadi saya juga maklum kalau dia lebih sering dikirim dinas luar kota,” ulasnya.

Donjuan mengaku baru mencium kebusukan kelakuan Karin yang mulai aneh, sejak istrinya itu ngamuk setiap Donjuan mulai mengutik perangkat gadget miliknya. Bahkan, kadang Karin over reacted yang justru mengundang kecurigaan dari Donjuan. Makanya ia jadi semakin penasaran dan mulai bersiasat untuk ke poin hp dan tablet milik Karin. Ia bahkan harus belajar ke temannya agar bisa membuka password gadget yang sudah terkunci. “Pas kebuka tab-nya, banyak foto – foto dia bareng laki – laki lain (sebut saja namanya Donlesi, Red) di hotel. Nemu chat chat – an dia sama laki-laki lain. Bahkan sampai ada kata – kata mau dinikahi siri,” kata Donjuan.

Dari foto – foto yang Donjuan temukan, terungkap pula bahwa laki – laki itu ditemui Karin di tanggal – tanggal saat istrinya minta ijin keluar kota karena alasan dinas. Selain itu, Donjuan juga menemukan beberapa catatan note dalam tablet tersebut yang berisi curhatan Karin ke Donlesi. “Pas tak tanyai dengan bawa buktinya, akhirnya mau nggak mau dia ngaku, wong sudah ketahuan. Dia nantang langsung minta talak. Saya nggak mau, lalu dia nggugat cerai ini ke saya,” kata Donjuan.
Ia justru penasaran, apa alasannya dia menuntut cerai. Padahal apa yang Karin mau selalu dituruti oleh Donjuan. Salah satunya adalah hidup di Surabaya. Mulanya Donjuan ingin mereka tinggal di Situbondo saja di tempat asal Donjuan. Tapi, Karin tak mau karena alasan pekerjaan dan tak mau hidup di desa. “Padahal saya saat itu pas sudah punya pekerjaan tetap. Akhirnya di sini, wirausaha buka salon potong rambut. Tapi, gini – gini penghasilan saya juga nggak beda jauh dari Karin kok. Karena masih baru saja, makanya profitnya belum begitu banyak. Tapi, kan saya udah usaha,” kata Donjuan.
Meski sudah diselingkuhi, Donjuan mengaku tidak mau melepaskan Karin. Menurutnya, ia baru mau melepaskan kalau Karin sudah bisa memberikan dia anak. Wah bakalan lama neh sidang di PA – nya. Sumber

Monday, 15 February 2016

Kisah nyata ; Ajak Simpanan Ngemall Lalu Check In, Eh Ketahuan Anak



PATUHI hukum adat berikut: boleh selingkuh asalkan tidak sampai ketahuan. Jangan sampai bernasib apes seperti Donjuan (48), warga Simojawar, Surabaya Barat. Sebab, ketika sedang asyik memanjakan simpanannya belanja dan check in di hotel, ia justru tepergok oleh anaknya sendiri.
Hal tersebut dialami Donjuan sekitar enam bulan yang lalu. Ketika itu, ia tengah asyik berbelanja di salah satu mall terbesar di Kota Pahlawan bersama simpanan yang juga rekan kerjanya. Sebut saja si simpanan itu Sephia (37).
Tanpa sepegetahuannya, ternyata salah satu dari empat anaknya mengenali Donjuan. Melihat kelebat ayahnya ngemall bukan dengan ibunya, si anak memilih untuk membuntuti kemana pun Donjuan dan Sephia pergi.
“Saya nggak nyadar. Sephia saat itu sedang ulang tahun, kebetulan juga lagi ada rejeki. Jadilah kami jalan-jalan ke mal. Dia minta apa dan kemana aja, saya turuti. Dia maunya shopping. Ya udah, saya turuti,” kata Donjuan usai menghadiri sidang perdananya di Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya, pekan lalu.
Karena saat itu sedang hari aktif dan jam pun masih pagi, maka Donjuan pun tidak merasa khawatir. Anak-anaknya tentu saja sedang belajar di sekolahnya masing-masing. Istrinya yang berprofesi sebagai akuntan di salah satu perusahaan asuransi pun, dia anggap sudah pasti sedang ada di kantor. Sebagai pengusaha, Donjuan merasa punya alibi jika ada rekanan bertanya sedang apa di mal. Ia tinggal jawab sedang jalan dengan rekanan.
“Saya juga nggak dapat firasat jelek. Usai belanja, seperti biasa, setelah jalan-jalan saya bawa Sephia untuk check in. Ternyata anak saya tetap mbuntuti dari belakang. Ia niteni juga mobil saya,” tutur Donjuan.
Setelah ngemall, Donjuan memang ngajak Sephia check in di hotel yang tak jauh dari tempatnya shopping. Anaknya memang tidak frontal dan menampakkan diri bahwa dia memergoki bapaknya dengan perempuan lain saat itu. Seperti bom waktu, putranya yang duduk di bangku SMA itu akhirnya baru buka mulut saat di rumah. Membuka penemuannya di depan Karin, istri resmi Donjuan.
Dan perang dunia ke tiga dalam keluarga Donjuan pun meledak. Sebab bukan hanya bermodal pengaduan lisan, putranya itu juga menyodorkan bukti-bukti foto Donjuan dan Sephia. “Istri ngamuk-ngamuk, Mbak. Apalagi memang Sephia itu beberapa kali pernah main ke rumah dan tahu istri saya. Jadi, ya begitu lah. Marah nggak karuan,” katanya.
Sejak itu, Donjuan diusir dari rumahnya sendiri. Anak dan istrinya sudah nggak mau menerima Donjuan, karena sudah mempermainkan ibunya dan juga anak-anaknya. Sangat sial, sebab kalaupun disuruh memilih, Sephia pun tidak layak menjadi hitungan pilihan.
Lantaran Sephia sendiri sudah punya suami yang tinggal jauh dari Surabaya. “Nyesel ya nyesel. Tapi, gimana lagi. Masak saya nyuruh anak istri keluar rumah, nggak sampek hati,” pungkas Donjuan. Ia memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya di Gresik selama proses persidangan. (sumberjpnn)