Monday, 18 April 2016

Istri Minta Rujuk karena Suami Punya Motor Matic


TAK ada sepeda abang dibuang, 


eh ada sepeda abang disayang. Pepatah ini pas terkait penundaaan gugatan cerai yang diajukan Sephia,39, (samaran) kepada suaminya Donwori,40. Wanita asal Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo ini berseteru hingga mengajukan gugatan cerai karena sang suami tak membeli motor matic yang diimpikan sejak lama. “Aku iki asline mangkel (itu aslinya marah, Red) sama Mas Donwori karena aku ingin motor matic itu dari sebelum lebaran, tapi kok baru dibelikan sekarang,” kata Sephia.

Karena itu, begitu Donwori naik motor matic ketika akan melangsungkan sidang cerai yang kedua, dua hari sebelumnya, Sephia langsung berangkat ke Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Senin (11/4) pagi untuk membatalkan gugatan cerainya.
Dengan semangat 45, Sephia yang diantar adiknya langsung turun di depan parkir PA, lalu menuju ke ruang penarikan berkas gugatan PA. Dia begitu ingin cepat menarik gugatan cerai dan kembali ke pelukan suami yang sudah dinikahi dua puluh tahun lalu itu.

Sephia mengungkapkan, sangat ingin kembali dengan suaminya karena ingin naik motor matic yang baru dibeli Donwori. Sephia mengaku ingin memiliki motor matic sebelum lebaran. Hal ini dikarenakan Sephia ingin pamer motor matic ketika bersilaturahmi kepada saudara – saudaranya. Maklum, penghasilan Donwori yang bekerja sebagai tukang sapu tidak cukup untuk membeli motor matic. Donwori pun masih mempertahankan sepeda jadulnya karena memiliki riwayat hidup. Motor itu merupakan modal utama Donwori pergi ke sana ke mari untuk menyapu jalan. “Jare bojoku sepeda iku (kata suamiku sepeda itu, Red) aman. Tidak ada yang nyuri walau di – gledak – kan di tengah jalan,” kata ibu tiga anak ini.




gengsi Jadul, Maunya Yang Baru

Tapi, Sephia mengaku gengsi memakai motor jadul itu.Apalagi, ketika mengantar anaknya ke sekolah. Karena itu, sejak lima tahun terakhir ini Karin begitu memaksakan kehendak supaya Donwori bisa membelikan motor matic. Tapi, Donwori mengaku masih tidak memiliki uang untuk membelinya. Padahal, Sephia mengaku bahwa tabungan Donwori serta bisnis menjual pulsa lumayan banyak. Jika ditotal, hasilnya cukup untuk membelikan motor matic. Puncak kemarahan Sephia yakni terjadi dua minggu sebelum lebaran tiba, tepatnya ketika Donwori terang – terangan menolak permintaannya untuk membeli motor matic. Sebenarnya, Donwori ingin membeli motor matic pascalebaran. Hal ini dikarenakan Donwori tak ingin lebaran tiba – tiba kekurangan uang. Kebutuhan lebaran seperti membeli baju, memberi uang ke sanak saudara membuat Donwori sedikit perhitungan mengeluarkan uangnya. “Aku emosi pol waktu itu. Akhirnya, sebelum lebaran aku daftarkan gugatan cerainya. Tapi dua minggu pasca lebaran Mas tiba – tiba beli motor matic. Aduh ngiler aku,” kata Sephia yang mengaku masih tinggal serumah meskipun sudah melayangkan gugatan cerai waktu itu.

Melihat motornya bertengger di rumahnya, Sephia berniat mengurungkan niatannya untuk menceraikan Donwori. Namun, tak lama kemudian, Donwori nyamperin Sephia dan berucap. “Wis kadung. Pancen kowe matre (sudah telanjur. Kamu memang matre, Red). Aku emoh balik karo koen (Aku tidak mau rujuk dengan kamu, Red). Mendengar ungkapan itu, Sephia hanya mlongo. Sephia lirih berkata “Itu hanya emosi sesaat Mas. Ojok (jangan, Red) Mas, sa’aken (kasihan, Red) anak – anak,” kata Sephia yang tak menyadari bahwa dia juga tidak kasihan anak – anaknya. (sumber/JPNN)

No comments:

Post a Comment