Monday, 22 February 2016

Ngaku Tugas Luar Kota, Ternyata Ketemu Selingkuhan

SEBELUMNYA, Donjuan (29), tak pernah curiga ketika setiap sebulan sekali, istrinya, Karin (28), minta ijin untuk keluar kota. Bisa ke Jakarta, bahkan Kalimantan. Alasannya pasti untuk urusan dinas. Ternyata semua itu hanya akan – akalan Karin. Dua tahun “dinas” keluar kota itu, digunakan Karin untuk menemui selingkuhannya.

HAL itu baru diketahui Donjuan setahun belakangan. Itu pun tidak sengaja. Ia tahu dari tablet milik istrinya. Sebelumnya, keluarga muda yang belum dikaruniai anak ini memang sangat menjaga rivasi masing – masing. “Niatnya agar mengutamakan saling percaya, hp, tablet, dan laptop adalah hal yang paling privasi. Aku juga nggak biasa cek hp dan tabletnya. Karena itu kan juga ia pake kerja,” kata pria yang punya usaha barber shop di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, ditemui saat menunggu sidang cerai di Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya, pekan lalu.
Sejak menikah pun, Donjuan tidak memberikan batasan pada istrinya. Ia mempersilahkan Karin untuk tetap bekerja di salah satu perusahan di Ngagel. Namun, ternyata kebebasan yang diberikan justru disalahgunakan oleh Karin. Sebab, diam – diam istri yang sebelumnya dinikahi Donjuan dengan hasil perjodohan orang tua itu, punya pria idaman lain (PIL) yang rutin ia temui. “Nggak pernah curiga, karena dia memang pendiam, nggak banyak omong, tapi hubungan kami juga masih fine fine saja. Karena di kantor dia sudah jadi asisten manager, jadi saya juga maklum kalau dia lebih sering dikirim dinas luar kota,” ulasnya.

Donjuan mengaku baru mencium kebusukan kelakuan Karin yang mulai aneh, sejak istrinya itu ngamuk setiap Donjuan mulai mengutik perangkat gadget miliknya. Bahkan, kadang Karin over reacted yang justru mengundang kecurigaan dari Donjuan. Makanya ia jadi semakin penasaran dan mulai bersiasat untuk ke poin hp dan tablet milik Karin. Ia bahkan harus belajar ke temannya agar bisa membuka password gadget yang sudah terkunci. “Pas kebuka tab-nya, banyak foto – foto dia bareng laki – laki lain (sebut saja namanya Donlesi, Red) di hotel. Nemu chat chat – an dia sama laki-laki lain. Bahkan sampai ada kata – kata mau dinikahi siri,” kata Donjuan.

Dari foto – foto yang Donjuan temukan, terungkap pula bahwa laki – laki itu ditemui Karin di tanggal – tanggal saat istrinya minta ijin keluar kota karena alasan dinas. Selain itu, Donjuan juga menemukan beberapa catatan note dalam tablet tersebut yang berisi curhatan Karin ke Donlesi. “Pas tak tanyai dengan bawa buktinya, akhirnya mau nggak mau dia ngaku, wong sudah ketahuan. Dia nantang langsung minta talak. Saya nggak mau, lalu dia nggugat cerai ini ke saya,” kata Donjuan.
Ia justru penasaran, apa alasannya dia menuntut cerai. Padahal apa yang Karin mau selalu dituruti oleh Donjuan. Salah satunya adalah hidup di Surabaya. Mulanya Donjuan ingin mereka tinggal di Situbondo saja di tempat asal Donjuan. Tapi, Karin tak mau karena alasan pekerjaan dan tak mau hidup di desa. “Padahal saya saat itu pas sudah punya pekerjaan tetap. Akhirnya di sini, wirausaha buka salon potong rambut. Tapi, gini – gini penghasilan saya juga nggak beda jauh dari Karin kok. Karena masih baru saja, makanya profitnya belum begitu banyak. Tapi, kan saya udah usaha,” kata Donjuan.
Meski sudah diselingkuhi, Donjuan mengaku tidak mau melepaskan Karin. Menurutnya, ia baru mau melepaskan kalau Karin sudah bisa memberikan dia anak. Wah bakalan lama neh sidang di PA – nya. Sumber

Monday, 15 February 2016

Kisah nyata ; Ajak Simpanan Ngemall Lalu Check In, Eh Ketahuan Anak



PATUHI hukum adat berikut: boleh selingkuh asalkan tidak sampai ketahuan. Jangan sampai bernasib apes seperti Donjuan (48), warga Simojawar, Surabaya Barat. Sebab, ketika sedang asyik memanjakan simpanannya belanja dan check in di hotel, ia justru tepergok oleh anaknya sendiri.
Hal tersebut dialami Donjuan sekitar enam bulan yang lalu. Ketika itu, ia tengah asyik berbelanja di salah satu mall terbesar di Kota Pahlawan bersama simpanan yang juga rekan kerjanya. Sebut saja si simpanan itu Sephia (37).
Tanpa sepegetahuannya, ternyata salah satu dari empat anaknya mengenali Donjuan. Melihat kelebat ayahnya ngemall bukan dengan ibunya, si anak memilih untuk membuntuti kemana pun Donjuan dan Sephia pergi.
“Saya nggak nyadar. Sephia saat itu sedang ulang tahun, kebetulan juga lagi ada rejeki. Jadilah kami jalan-jalan ke mal. Dia minta apa dan kemana aja, saya turuti. Dia maunya shopping. Ya udah, saya turuti,” kata Donjuan usai menghadiri sidang perdananya di Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya, pekan lalu.
Karena saat itu sedang hari aktif dan jam pun masih pagi, maka Donjuan pun tidak merasa khawatir. Anak-anaknya tentu saja sedang belajar di sekolahnya masing-masing. Istrinya yang berprofesi sebagai akuntan di salah satu perusahaan asuransi pun, dia anggap sudah pasti sedang ada di kantor. Sebagai pengusaha, Donjuan merasa punya alibi jika ada rekanan bertanya sedang apa di mal. Ia tinggal jawab sedang jalan dengan rekanan.
“Saya juga nggak dapat firasat jelek. Usai belanja, seperti biasa, setelah jalan-jalan saya bawa Sephia untuk check in. Ternyata anak saya tetap mbuntuti dari belakang. Ia niteni juga mobil saya,” tutur Donjuan.
Setelah ngemall, Donjuan memang ngajak Sephia check in di hotel yang tak jauh dari tempatnya shopping. Anaknya memang tidak frontal dan menampakkan diri bahwa dia memergoki bapaknya dengan perempuan lain saat itu. Seperti bom waktu, putranya yang duduk di bangku SMA itu akhirnya baru buka mulut saat di rumah. Membuka penemuannya di depan Karin, istri resmi Donjuan.
Dan perang dunia ke tiga dalam keluarga Donjuan pun meledak. Sebab bukan hanya bermodal pengaduan lisan, putranya itu juga menyodorkan bukti-bukti foto Donjuan dan Sephia. “Istri ngamuk-ngamuk, Mbak. Apalagi memang Sephia itu beberapa kali pernah main ke rumah dan tahu istri saya. Jadi, ya begitu lah. Marah nggak karuan,” katanya.
Sejak itu, Donjuan diusir dari rumahnya sendiri. Anak dan istrinya sudah nggak mau menerima Donjuan, karena sudah mempermainkan ibunya dan juga anak-anaknya. Sangat sial, sebab kalaupun disuruh memilih, Sephia pun tidak layak menjadi hitungan pilihan.
Lantaran Sephia sendiri sudah punya suami yang tinggal jauh dari Surabaya. “Nyesel ya nyesel. Tapi, gimana lagi. Masak saya nyuruh anak istri keluar rumah, nggak sampek hati,” pungkas Donjuan. Ia memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya di Gresik selama proses persidangan. (sumberjpnn)

Kisah Nyata: Tak Mau Digilir Seranjang dengan Madu, Pilih Menyerah

DONJUAN boleh dibilang tipe lelaki yang tak mudah puas. Tidak cukup punya istri satu, dia pun menambah jajaran koleksi pendampingnya hingga dua, tiga bahkan genap empat. Sayangnya belum sampai genap empat, istri pertamanya sebut saja Karin sudah mogok duluan dan meminta pencabutan status istri dari pengusaha itu.

Karin, 48, yang sedang mengantre sidang kedua di Pengadilan Agama (PA) Surabaya, akhir pekan lalu, blak-blakan menceritakan ulah suaminya sebut saja Donjuan, 54. “Ngakunya, dia pingin menerapkan sunnah rasul kalau istri digenapkan jadi empat.

Wong sudah punya tiga masih saja nggak cukup,” tukas Karin. Karin mengaku jengkel lantaran suaminya itu sok kaya sehingga mau memadu dirinya dengan tiga perempuan lain. Meski sebagai istri pertama, dia selalu diistimewakan, tetap saja Karin memendam rasa mangkel bin jengkel.

Ibu satu orang anak warga Sawahan ini menceritakan bahwa dia dikumpulkan tinggal bersama istri kedua. Sedang istri ketiga sengaja ditempatkan di rumah berbeda namun tetap di Surabaya.
Karin mengaku sebal dengan istri yang ketiga lantaran dia cenderung culas dan tidak tahu diri. Sehingga, Karin ogah dijadikan serumah dengannya. “Nah yang keempat ini, katanya mau ditaruh serumah juga sama saya. Dia ngotot, saya juga ngotot emoh,” lanjutnya.

Pasalnya, hidup dengan madu membuat Karin menderita. Bahkan bukan hanya menderita, tapi juga jijik. Bagaimana tidak, kebiasaan Donjuan di luar dari biasanya.
Setelah main dengan istri kedua, dia biasanya akan berganti main dengan dirinya. Hampir setiap kali begitu. Katanya, itu yang membuat dirinya senang punya istri banyak. Bisa dapat dua rasa sekaligus.
Bahkan sekarang, masih belum cukup dua rasa, dia mau tiga rasa sekaligus dalam satu malam jika istri yang keempat dijadikan serumah dengannya. “Saya itu jijik mbak. Untuk begituan, dia malah pernah minta barengan. Sempel dia itu,” ungkapnya jengkel.

Karin menyebutkan bahwa Donjua memang punya harta melimpah. Bisnis dagangnya cukup untuk menghidupi berapa turunan. Makanya, Donjuan ringan saja ketika memutuskan untuk menikah lagi, lagi dan lagi.

Tapi untuk rencana yang keempat ini, Karin memutuskan menyerah. “Anak saya sudah besar dan sudah bekerja dapat bisnis dari papanya (Donjuan, Red). Wis, saya tanpa papanya juga nggak apa-apa,” imbuh Karin.
Apalagi, Karin mengaku justru diberi keuntungan oleh Donjuan jika bercerai. Harta gono gininya besar dan dia dijanjikan rumah. “Ya saya minta, dan dia kasih karena dia memang pingin punya istri lagi,” pungkasnya. (dikutip dari Jpnn)

Wednesday, 3 February 2016

Sibujang Lambat move on #part 1

Cari tips agar gaji terima pull

Temanya Transendensi spritual

Tak juga menemukan apa caranya? padahal, uang tertinggal lima luph (Rp 50 Rb) lagi yang tersisa dari hasil tidur-kerja bulan kemarin . tuh.. duit  keuntungannya tak ketahuan, kalu aja ketahuan  hari ini  harus berpikir lagi secara otodidak dalam mencari solusi agar terhindar dari virus lapar, dan kasus ini  selalu update setiap waktu nerima gaji, uangnya selalu  saja tiba-tiba hilang habis untuk jalan-jalan padahal saya keluar rutenya biasanya dari warung kewarung, motifnya, selalu berombongan. jadi kesimpulannya warung yang sering dikujungi oleh duit kantong saya harus bisa menjadi keluarga yang SAMAWA (Saya Mau WutangiAkhirbulanbayar).Sarana masalah.

Kerjanya yang sedang saya jalanin sekarang terkata nggak keras, lelahnya hanya bikin meras perasaan, muka kusut, pikiran kalut, raut wajah di pura-purain serius, padahal lagi dengarin lagu di youtube. tapi yang penting, saat ini saya masih kerja dah itu aja cukup.hmm... tambahan sedikit, tiap bulan masih ada yang bayar, dan kini benar-benar cukup.
kalau ada yang penasaran kerja apa?, saya saat ini lagi fokus cerita gaji, nggak ceritain tempat kerjaan kantor. ini menyangkut privasi bahaya...

lanjuut...

Momen saya bisa nerima gaji pull money, gak pake cutting  dan tak  harus adu mulut, bahkan nyiapin alasan modus agar pengajuan pinjaman itu diterima oleh atasan dikantor, itupun masih direpot lagi sama tukang ngeluarin duitnya, misalkan nih.. hasil pengajuan 40rb hasil didapat cuma 20rb, pake tanda tangan pula.kan repot...

Gaji saya terima pull,  saya rasakan pada tanggal 10 pada bulan juli 2015, itu kalau seinget saya, tujuh hari lagi umat islam menuju peringatan hari raya idul fitri. ya..bertepatan dengan hari itu juga momen kemerdekaan manusiawi saya terpenuhi.

Berikut Perjalanan Gaji saya

Bulan         : Januari   2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : februari 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : Maret
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon 

Bulan         : April 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : Mei 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : juni 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : Juli  2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan + Hari Raya
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1) + 1.xxxxxx,-
Potongan   :   tanpa potongan

Bulan         :Agustus 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : Oktober 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : November 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : September
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

Bulan         : Desember 2015
Pangkat     : Karyawan 
Tunjangan : Bujangan
Gaji           : 1xxxxxx,- (dirahasiakan, kecuali angka 1)
Potongan   : di potong kas bon  

CATATAN: POTONGAN DIATAS BELUM TERMASUK POTONGAN YANG DILUAR KANTOR,HUTANG GONO GINI, JADI BELUM SELESAI.

lupakan sejenak cerita soal gaji diatas yang terbaca seperti curhat itu.
 Jika om gaees dan tante gaees... pernah ngedenger kalimat "groundhoug day"ini adalah sebuah film komedi yang diceritakan dari kisah seorang yang egois , ini sepenggal ceritanya dari kesimpulan yang didapatkan dari cerita tersebut.


"Groundhog Day telah dianggap sebagai kisah perbaikan diri yang menekankan kebutuhan untuk melihat ke dalam diri sendiri dan menyadari bahwa satu-satunya kepuasan dalam hidup datang dari balik luar dan tentang diri sendiri dengan orang lain daripada berkonsentrasi hanya pada satu keinginan dan hasrat sendiri. Ungkapan juga menjadi ilustrasi singkatan untuk konsep transendensi spiritual."

  Jika melihat dari kesimpulan groundhog day, kita kembalikan dengan cerita paragraph dari cerita gaji diatas, bisakah untuk tidak terulang kembali seperti tahun itu. rasa egoislah yang saatnya untuk di potong tiap bulannya.
agar penderitaan satu tahun sekali tak terulang lagi.(*)