BEDA keyakinan dan status
sosial akhirnya memaksa Donwori, 37 dan Karin, 35 menyembunyikan pernikahanya
dari orang tuanya hamper 15 tahun lamanya. Keduanya merasa bahagia dan berjanji
tak akan memberitahukannya meski kini kedua orang tua Karin sakit – sakitan di
Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Donwori menyadari tak mudah bagi keluarga besar
Karin menerimanya. Bahkan, secara terang – terangan kedua orang tua Karin
pernah mengusirnya ketika Donwori main ke rumahnya di Tana Toraja. “Waktu itu
saya dan Karin masih kuliah. Alasan ke Toraja main, eh tapi saya diusir dan
disuruh pulang,” jelas Donwori di sela – sela mengisbatkan proses pernikahannya
di Pengadilan Agama, Klas 1A Surabaya, Rabu (20/3).
Memang sejak
awal, keluarga Karin sudah wanti – wanti untuk tidak menikah dengan Donwori.
Sebab, keluarga Karin sudah ingin menjodohkannya dengan sesame kaum bangsawan
yang masih sanak saudara. Proses pertunangan pun sudah digelar. Untuk
merekatkan hubungan dengan tunangannya sebut Donjuan, akhirnya Karin dikirim
kuliah di Surabaya. Begitu pula Donjuan yang sudah lebih dulu kuliah dan
bekerja di Surabaya.
Sayangnya,
pertemuan Karin dengan Donjuan waktu itu tak berjalan mulus. Beberapa kali
bertemu tak membuat keduanya jatuh cinta. Sebab, Donjuan memiliki banyak pacar,
suka dugem dan minum – minuman keras. Dari situlah, Karin mulai menyendiri
hingga akhirnya bertemu dengan Donwori yang berasal dari keluarga sederhana
namun bersahaja. “Karin sudah bilang ke ibu dan ayahnya soal sikap Donjuan,
tapi mereka tidak percaya. Dan saya yang tidak ikut apa – apa seringkali
dimarahin kedua orang tua Karin,” jelas pria yang bekerja di salah satu BUMN
tersebut.
Bahkan, kedua
orang tua Karin pernah datang ke rumahnya di kawasaan Undaan dan melabrak
seluruh keluarganya. Kedua orang tua Donwori sempat shock. Apalagi, kedua orang tua Karin yang merupakan pejabat di
kementerian mengancam untuk melaporkan keluarganya dengan dalih penculikan.
Sayangnya, laporan itu tak berdasar hukum karena Karin sendiri waktu itu sudah
berusia 19 tahun. Karin juga keukeh mengaku mencintai Donwori yang merupakan
kakak kelasnya di kampus. Singkat ceritanya, Karin tak mau kembali ke Tana
Toraja. Ketika semester enam, Karin meminta Donwori untuk menikahinya. “Saya
dan keluarga sebenarnya tidak mau. Dia maksa terus. Akhirnya saya nikah siri
dengan saksi keluarga saya,” jelas dia.
Setiap Natal
tiba atau kedua orang tuanya telepon, Karin tetap pulang ke Tana Toraja. Karena
memang dari tahun ke tahun, kondisi fisik orang tuanya menurun. Ayahnya bahkan
terkena stroke. “Ketika hamil ya ndak pulang. Karin kan alasan di Surabaya
kerja,” jelas bapak tiga anak itu.
Sampai saat
ini, baik Donwori dan Karin tak pernah mengungkapkan pernikahannya kepada kedua
orang tuanya di Sulawesi. “Sudah saatnya pernikahan ini saya sahkan. Saya sangat
mencintai istri saya, dia baik dan begitu baik,” pungkas Donwori dengan mata
berkaca – kaca.(*)
No comments:
Post a Comment